Langsung ke konten utama

Postingan

Rezeki dari Arah yang Tidak Terduga

 Jadi, atap bagian belakang rumah saya tuh mau ambruk. Literally mau ambruk beneran, ya. Karena itu rumah bikinnya pas ogut masih piyik. Pun cuma dari bambu. Jadi tahu ndiri betapa lama dan betapa lapuknya. Mleyot ke sana mleyot ke sini. Iya, rumah saya emang jelek kok. 🤣🤣 Dan karena kondisi dan situasi yang darurat itu, akhirnya, saya yang antiutang ( gegara kapok punya utang dulu, ga bisa jaja n 😭) ... Utang lagi dong. Dua puluh jeti. Ndelalah, renovasi atap lapuk cuma memakan dua belas jeti. Yodah, sisanya buat renov kamar mandi ama wese . Dan ... Eng ing eng. Over budget . #LOL Panik ga? Panik lah! Masa engga? Mao ga mao, bongkar tabungan, Cuy! Berbekal tabungan dan bantuan dana dari bulik, bisa menutup material+gaji tukang selama sebulan. Ayem dong, ya. Alhamdulillah. Etapi ... Ternyata ... Pengerjaannya lebih dari perkiraan. Karena emang finishing -nya butuh ketelitian dan kesabaran. Jadi emang mau ga mau tambah dana untuk beli material dan gaji. Wkwkwkw. Mumet dong! Iya....

Sebelum Menyakiti Hati Orang Lain, Kamu Harus Tahu Fakta Bahwa Dia Akan...

 ... mendiamkanmu. Setelah menyakiti hati orang lain, kamu tidak boleh marah jika dia balik marah. Kamu akan didiamkan. Dihindari. Bahkan dimusuhi. Karena ... Itu semua konsekuensi. Toh, awal dari semua ini adalah salahmu sendiri. Kamu tidak boleh marah lagi, atau kembali menyakiti. Kamu tidak boleh sakit hati. Kamu tidak boleh merasa menjadi 'korban'. Setelah menyakiti hati orang, segera minta maaf. Setelah itu sesali. Berjanjilah tak akan mengulangi kesalahan itu lagi.  Urusan dia mau memaafkanmu atau tidak, jangan jadi beban pikiran. Itu sudah menjadi urusannya. Toh, hati orang tak bisa kau setir seenak maumu. Kalau memang tak mau didiamkan, ya, jangan kau sakiti hatinya. Kalau tak mau dihindari, ya, jangan kau buat marah. Kalau tak mau dibalas, ya, jangan melakukan kesalahan. Kamu harus paham. Orang jahat awalnya orang baik yang disakiti. Jadi jangan heran. Dia yang awalnya terlihat sangat baik, sungguh baik, menjadi teman terbaik, bisa menjadi musuh terburuk. So, watch yo...

KENAPA ORANG LEBIH SUKA NGASIH NASIHAT KETIMBANG SEMANGAT?

 Netijen: Lebay banget sih, gitu aja distatusin? Lo kere ya? Sampai ga bisa makan? Me: Anjay. 😂 Cara tiap orang mengelola emosi, cara orang menghadapi masalah diri, cara orang untuk 'ngomong' itu beda-beda keleus. Kalau kamu tipe penyabar, tipe diem doang saat dihadapkan sama masalah yang sama kaya saya, ya monggo. Dipersilakan. Saya malah salut. Karena orang sabar disayang Tuhan. Saya punya cara sendiri. Urusan ga sabar, urusan ga disayang Tuhan, itukan hak prerogatif Tuhan.  Kasus beda perlakuan, beda cara memperlakukan warga, tetangga, itu udah jadi persoalan klasik di setiap masyarakat. Hambok deloken chat di WhatsApp ku. Isine wong do curhat. Cuma mereka orangnya sabar, jadi diem aja.  Saya ga masalah kok engga dapat beras, engga dapat sembako, saya punya duit. Alhamdulilah.  Yang jadi masalah adalah ... beda perlakuan. Kenapa harus membeda-bedakan? Berarti kasus ada tetangga mati sampai berhari-hari itu karena kasus kaya gini? Alhamdulillahnya, kemarin Pak RT ...

Semoga Cukup Aku dan Ibu Saja, Kamu Jangan Sampai

 Gaes. Aku mau speak up. Mungkin habis ini aku bakalan dikucilkan hahahahahaha. Bismillah. ... Keluarga saya punya dosa dan salah besar kali ya di sini hehe. Flashback kemarin pas bapak meninggal. Diagnosis pneumonia+covid (H-1 puasa Ramadhan) Saya dan ibu wajib isolasi mandiri. Selama 2 Minggu ga ada bantuan dari pemerintah desa (haloo, pak, ada rakyatmu yang kudu di rumah aja wkwkwk) 😂  Tapi ... Alhamdulillah ada saudara samping rumah yang nyuplai makanan untuk berbuka puasa. Ada temen dari jauh yang kirim camilan. Alhamdulillah. Memang saya wajib bersyukur. Banyak orang baik. Tapi, pas tahu sekarang ada tetangga yang positif dan wajib isolasi mandiri. Trus ada wacana bantu. kok saya sakit hati. 😂 Ini pikiran buruk saya aja sih. Harusnya saya tuh bangga. Karena dilihat orang 'mampu'. Berdua doang sama ibu. Cewek semua. Tapi, kuat. 😂 Bakoh saya. Alhamdulillah. Jika di mata warga saya memang tergolong cewek kuat  Cewek bakoh. Alhamdulillah. 😇 Semangat, Wulan. Semangat...

Do Everything You Wanna Do

 Suka iri melihat anak-anak muda masa kini yang berani berekspresi. Kepengen ini, jalanin. Pengen itu, dikejar. Waktu aku seumur segitu, plin plannya level memprihatinkan. Mau ngelakuin ini, takut. Mau ngelakuin itu, ragu2. Eh, ujung-ujungnya ga dilakuin juga. Jadi anak muda, do everything you wanna do. Ga usah jaim2. Daripada ntar nyesel kayak guweh? Umur udah segini, eh, baru berani buat do everything I wanna do. Emang sih, telat. Tapi yoweslah, daripada ga mencoba. Ingat-ingat ya. Kamu ga perlu jadi hebat di mata orang. Cukup hebat saja di matamu sendiri. Jadi juara buat diri sendiri.  #omonganembuhmenujutengahmalam

Covid-19 Membuat Kita menjadi Pejuang

  Varian delta, mutasi terbaru covid-19 mulai 'menyerang' Indonesia. Jangan lengah, ya. Tetap patuhi protokol kesehatan. Percaya sama saya, melindung diri sendiri = melindungi keluarga. ... Untuk teman-teman yang sedang isolasi mandiri di rumah atau di RS, semangat, ya! Untuk teman-teman yang keluarganya positif, tetap semangat juga, ya! Insyaallah ... Insyaallah ... Insyaallah ... Allah menyegerakan takdir baik untuk kalian. Allah always be with you, Guys ❤️ ... Jangan lupa pake masker kalau keluar rumah. Tetap patuhi protokol kesehatan. Jaga diri baik-baik. Jaga keluarga baik-baik. Karena ditinggal orang terkasih karena covid itu berat. Akan mencipta rindu yang tak bisa kesampaian. Hanya air mata yang mengalir karena teringat segala kenangan. Percaya sama saya. Nyeseknya. Nyeselnya. Sedihnya. Bikin capek hati dibuatnya. Capek sedih. Capek kecewa.  Karena untuk bisa menerima takdir dengan legowo itu butuh waktu yang lama. Butuh hati yang luas. Butuh hati yang lapang. Dan, seb...

Tuhan, Kenapa Harus Saya?

 Banyak pertanyaan untuk Tuhan. Dan pertanyaan-pertanyaan itu berawal dari segala sesuatu yang saya sering sebut: ketidakadilan. Kenapa saya begini? Kenapa saya begitu? Kenapa takdir yang saya terima begini? Kenapa yang saya ekspektasikan meleset dari perkiraan? Banyak pertanyaan. Banyak kegelisahan. Banyak kekecewaan. Ya. Saya bukan orang baik. Saya bukan orang religius.  Saya orang munafik?  Bisa jadi. Saya orang yang omong doang? Sering kali. Saya bukan tipe orang yang mudah legowo. Menerima apa pun takdir Tuhan dengan hati lapang. Selalu ada ganjalan dan pertentangan. Sering kali saya mempertanyakan kepada Tuhan: Kenapa harus saya? Kenapa kaya gini lagi? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Setelah banyak pertanyaan terlontar, waktu berlalu, dan seperti itulah cara saya mendapat jawaban. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya sendiri. Kenapa Tuhan memberi takdir A. Kenapa Tuhan memberi takdir B. Dijawab oleh waktu, satu per satu. Maka daripada itu, saya selalu menjadi orang yang ...