Langsung ke konten utama

KELEBIHAN TRANSFER DI SHOPEE? JANGAN PANIK!


Ini murni pengalaman saya. Tanggal 31 Maret 2020 saya mau bayar orderan saya di Shopee. Udah check out, bayar. Eh, ya nasib. Nominal yang harus saya bayar Rp 108.009,00 malah kelebihan 0 jadi: Rp 1.008.009.

Goblok level maksimal kan saya?

Ahahaha. Sempet hampir panik, tapi saya memilih menarik napas. Tarik napas. Keluarkan. Tarik lagi. Keluarin lagi.

Saya pun membuka menu PUSAT BANTUAN. Ada 3 pilihan di menu itu:
1.       Chat Shopee Sekarang
2.       Email
3.       Telepon (1500702)
Saya memilih opsi: CHAT SHOPEE SEKARANG. Tapi, ternyata saya dapat urutan 400 an. Saya urungkan, lanjut pake opsi: TELEPON. Ternyata ga bisa dipakai, karena baru ada Corona (jangan ditanya apa hubungannya, cuma Shopee yang tahu).

Ya udah, saya pilih opsi: EMAIL juga. Hahaha jadi saya coba 3 opsi. Karena EMAIL ga kunjung dapat balasan, saya balik lagi pake: CHAT SHOPEE SEKARANG.
Dapat urusan 600 wkwkwkw. Tapi, ga papa, soalnya 1 detik 1 angka. Jadi saya Cuma harus nunggu beberapa menit. 600 detik = 10 menitan.

Alhamdulillah, tiba giliran saya. Saya ditanya nomor pesanan, nama pemilik rekening, nama bank, no rek. Trus dimintai email yang aktif.

Selang sehari kemudian, saya dapat email. Saya dikasih jawaban seperti ini:
Hi Kak arenoara,
Mohon maaf atas kendala yang kamu alami. Mengenai pembayaran tidak terverifikasi pada pesanan 2003306WAHP4EC, mohon ikuti langkah-langkah berikut:
- Silakan membuat pesanan pada toko mana saja dan nominal lebih besar dari Rp1.008.009,-
- Sebelum kamu mengklik tombol "Buat Pesanan" mohon untuk memilih metode pembayaran Bank Transfer (dicek manual) dan kamu tidak perlu membayarkannya ya
- Untuk membatalkan pesanan tersebut kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Pilih menu saya (pada pojok kanan bawah) - Beli - Pesanan Saya - Belum bayar - Pilih Pesanan tersebut - Geser pesanan tersebut kebagian bawah - Klik Batalkan pesanan


Kemudian silakan menginformasikan nomor pesanannya jika kamu telah membatalkannya Kak.


Kami masih menunggu informasi dari kamu.

Bingung nggak?
Intinya sih kamu disuruh order ke Shopee senilai jumlah uang kelebihan. Trus dibatalkan. Kasih nomor orderan yang kamu batalkan via email.

Alhamdulillah, dua hari kemudian dapat email:
Hi Kak arenoara,
Sehubungan dengan kendala yang kamu alami terkait kelebihan pembayaran pesanan. Berikut informasi yang dapat kami sampaikan:
Nomor pesanan 2003306WAHP4EC
Pengembalian dana : akan diproses ke ShopeePay terhitung dari tanggal 02 April 2020
Estimasi waktu pengembalian dana : 1-3 hari kerja
Nominal : Rp1.008.009,-
Penarikan dana dari ShopeePay ke rekening dapat klik langkah-langkah disini .


Semoga informasi yang kami berikan dapat membantu.

Tanggal 3 April 2020 siang uang saya udah masuk di Shopeepay. Alhamdulillah.
Butuh waktu sekitar 4 hari untuk proses pengembalian uangnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Caregiver: Manusia Tanpa Spotlight, Jarang Dinotis, Tidak Ada yang Peduli

Pengalaman jadi caregiver, ternyata peran ini banyak ga dinotis sama orang-orang. Enggak pernah ditanya:  How r u?  R u okay?  Udah makan?  Kamu makan enak ga?  How's your feeling today? Kamu pasti capek, ya! Yang ada:  Gimana kabar your mom ?  Alias Gimana kabar 'pasien'. Wkwkwk. Padahal capek mental dan fisik. Tapi yang dinotis cuma pasien doang. Akhirnya, banyak caregiver merasa sendirian. Aku kemarin sempet baca berita. Seorang istri gantung diri pdhl suaminya lumpuh.  Don't judge her! Aku enggak berani menghujat! Karena kita enggak tahu seterpuruk dan secapek apa ibu itu sampe nekat melakukan hal buruk itu. Karena ngerasain gini, jadi lebih simpati dengan sesama caregiver lain. Hehe. Kalau ketemu mereka, aku pengen ngasih semangat. bakalan tanya kabar dia. Bakalan bilang: jangan lupa makan enak, ya! Kalau soal sabar ... percayalah, mereka udah ditempa sm Tuhan buat belajar sabar. Wong dites tiap hari wkwkwk. Baik pasien dan caregiver keduanya...

Hujan dan Perenungan (Awe's Litle Escape)

  Masih bingung, pulang atau enggak? Masuk Magrib, minta izin buat salat di kafe. Habis salat, duduk lagi. Dan hujan makin deres. Akhirnya melihat hujan. Dan merenung.  Flashback hubunganku sama ibuk. Mengingat saat di mana aku bersikap ramah sama ibuk. Menyusun ingatan di mana aku ngasih jempol ke ibuk karena udah ngidupin lampu pas Magrib. Ngasih senyum ke ibuk karena bisa buka pintu sendiri. Ngasih apresiasi saat ibuk udah nyiram tanaman. Bilang makasih waktu ibuk mau bantuin buang sampah. Tapi, oh, tetapi. Kenapa lebih banyak juga ingatan saat aku marah-marah dan bersikap 'kasar' sama ibuk. Ada banyak perasaan ga terima di dada. Ga terima karena aku dilarang curhat, karena klo curhat sama ibuk ujungnya cuma adu nasib. Dan aku dibilang: kowe sih mending. Lha aku? Dan berbagai perasaan marah lainnya, yang kadang aku sendiri bingung: aku kenapa sih? Capek. Jujur capek. Capeeeeek banget. Capek woey! Mau sampai kapan kaya gini terus? Mana aku sering ngomong ga enak juga.  ...

Ketakutan Akan Ditinggalkan

Ini yang selalu aku takutkan. Bahkan sering kebawa mimpi. Gimana kalau ibuk mati? Gimana kalau aku ditinggal ibuk sendiri? Aku bisa ga hidup sendiri? Literally sendirian di dunia ini. Saudara ga ada, ortu udah ga ada. Bener-bener sendiri. Apa aku bisa? Apa aku mampu? Saudara deket, ada yang ga suka sama aku. Tanpa aku tahu alasannya. Tiba-tiba mendiamkan. Tanpa mau berjumpa, apalagi bertegur sapa.  Ketakutan akan ditinggalkan, sendirian, ternyata ketakutan ini aku rasakan sejak dulu kala. Sejak kecil. Aku ga punya temen sebaya. Kalau main, selalu sama yang lebih tua. Dan aku ... selalu ditinggal. Aku selalu ditinggalkan. Ga diajak. Mungkin aku dianggap anak kecil yang bisanya cuma mengganggu saja. Agak gede dikit, punya kenangan soal tidak dipilih. Jadi wajahku ini enggak cantik. Rambut juga keriting. Kalau ada orang punya hajat, aku ga pernah diminta buat jadi patah. Padahal, anak-anak kecil di kampungku hampir semua pernah jadi patah, bahkan ga hanya sekali tapi berkali-kali. Aku...